​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Soekarno Run Banyuwangi 2026 Dibanjiri 4.900 Peserta, Angkat Wisata Olahraga dan Dongkrak UMKM Lokal

Soekarno Run Banyuwangi 2026 Dibanjiri 4.900 Peserta, Angkat Wisata Olahraga dan Dongkrak UMKM Lokal

​BANYUWANGI, PilarNusantara.net — Gelaran ajang olahraga rekreasi dan kompetisi sport tourism bertajuk Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah pada Minggu (20/9/2026). Event lari yang diinisiasi oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut sukses memikat ribuan peserta dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.

​Sebanyak 4.900 peserta memadati area start dan finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Para peserta datang dari berbagai kategori usia dan kemampuan, mulai dari pelajar, kategori umum, hingga master.

​Soekarno Run sendiri memperlombakan beberapa kategori jarak, yakni 21K, 10K, 5K, 3K, dan 1K, dengan memperebutkan total hadiah yang mencapai Rp1 miliar.

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi antusiasme peserta, khususnya anak-anak yang mengikuti kategori 1K. Meski sempat ada peserta terjatuh saat start, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

​Menurut Ipuk, Soekarno Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan sejarah kepada generasi muda. Pemkab Banyuwangi, kata dia, ingin mengenalkan sosok Presiden Soekarno kepada anak-anak, khususnya peserta dari kalangan pelajar sekolah dasar.

​“Tujuan kita adalah ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, anak-anak kita. Terkait siapa sih sosok Soekarno itu, Bapak Bangsa kita,” ujarnya.

​Materi mengenai perjalanan Soekarno selama menjadi presiden juga dipasang di sejumlah titik, termasuk sepanjang barikade dan area photo booth. Selain itu, peserta dapat melihat berbagai materi sejarah serta kostum bertema Bung Karno yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

​“Tentu ini juga bagian dari menggugah kembali anak-anak kita untuk cinta pada negara ini, nasionalisme ditumbuhkan,” tutur Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

​Ipuk menambahkan, kategori 1K yang khusus diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar juga memiliki tujuan lain, yakni mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.

​“Dan selanjutnya event Sukarno Run ini juga karena memang jarang ya ada event lari yang hanya 1K yang pesertanya dibatasi hanya untuk usia sekolah SD gitu ya,” katanya.

Baca Juga :  Polres Probolinggo Gelar Upacara Sertijab Kapolsek Gending dan Kenaikan Pangkat Pengabdian

​“Ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat kepada anak-anak kita. Selain nanti ada nilai kompetisi di antara mereka,” sambungnya.

​Tidak hanya fokus pada edukasi dan kesehatan, Soekarno Run juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Keterlibatan tersebut diharapkan turut memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Banyuwangi.

​“Ini bagian dari pemberdayaan UMKM dan promosi pariwisata. Inilah sport tourism yang terus kita bangun di Kabupaten Banyuwangi,” kata Ipuk.

​Ipuk menambahkan, Soekarno Run merupakan bentuk event sport yang digelar secara kolaboratif.

​“Event seperti ini mendukung sport tourism di Banyuwangi yang sangat berdampak ke perekonomian lokal. Terima kasih kepada ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah. Terima kasih kepada para pihak yang mendukung program ini,” puji Ipuk.

​Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, HM Said Abdullah, menyampaikan bahwa lari dipilih sebagai media untuk menyampaikan semangat Bung Karno kepada masyarakat luas. Menurut dia, nilai tersebut mencakup keberanian, kegigihan, persatuan, dan semangat pantang menyerah.

​“Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi ini memang telah menjadi keputusan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk dijadikan event tahunan di Banyuwangi walaupun di 38 daerah di Jatim juga menyelenggarakan Soekarno Run. Ini trade mark kami untuk mendidik anak muda terbiasa hidup sehat sekaligus untuk pembentukan karakter bagi anak-anak muda,” ujar Said.

​Ajang olahraga lari ini juga dirancang untuk mendukung Banyuwangi sebagai pusat pengembangan sport tourism di Jawa Timur serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran para peserta diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung pariwisata daerah.

​“Kenapa event Soekarno Run BWX di Banyuwangi lebih besar dan meriah, saya punya keinginan dan mimpi bersama agar Banyuwangi ini menjadi pusat wisata di Jawa Timur karena Banyuwangi ini letaknya sangat strategis dan infrastrukturnya lengkap dan dekat dengan wisata Bali,” jelas Said.

Baca Juga :  Segenap Redaksi PilarNusantara.net Ucapkan Selamat Ultah ke-51 untuk Hj. Sri Setyo Pertiwi

​Said menegaskan, perputaran ekonomi lokal menjadi salah satu fokus utama dari penyelenggaraan kegiatan ini. Berdasarkan laporan panitia, terdapat ratusan pelaku usaha yang digandeng dalam pelaksanaan Soekarno Run.

​“Dalam laporan panitia, dalam setiap event di Banyuwangi selalu bekerjasama dengan UMKM, pedagang kaki lima karena kita ingin menghidupkan sektor riil yang paling bawah,” tegasnya.

​Said pun mengundang partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk meramaikan kegiatan tersebut. “Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dari gelaran Soekarno Run. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat dengan tangan terbuka,” pungkasnya.

​Menatap masa depan ajang ini, Penasehat Soekarno Run, Said Abdullah, memberikan kejutan dengan mengumumkan bahwa Soekarno Run Banyuwangi tahun depan akan dinaikkan levelnya menjadi agenda internasional, di mana peserta dari luar negeri dipersilakan ikut berkompetisi.

​“Kami DPD sudah rapat dan memutuskan, insya Allah hadiah tahun depan di Banyuwangi Rp5 miliar,” kata Said.

​Dengan total hadiah yang lebih besar, kompetisi lari tersebut bakal digelar dengan kelas-kelas yang lebih banyak dan menantang. Said berharap, Soekarno Run Banyuwangi akan bersaing sejajar dengan ajang lari internasional lainnya yang sudah lebih dulu ada di Indonesia.
​“Kalau Jawa Tengah punya Borobudur Marathon, kita di Jawa Timur punya Soekarno Run Banyuwangi,” tegasnya.

​Ia menilai Banyuwangi sangat cocok menjadi lokasi pelaksanaan event olahraga skala besar karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini telah terbiasa dan berpengalaman menggelar event skala nasional maupun internasional.

​“Oleh karenanya, Banyuwangi inilah jadi titik awal untuk event-event besar yang skalanya memang kita semua bisa menyaksikan seperti Soekarno Run ini,” pungkasnya.

​Sebagai informasi, kegiatan di Banyuwangi ini merupakan bagian dari rangkaian acara besar yang disiapkan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Seluruh agenda kegiatan tersebut rencananya akan ditutup dengan lomba komedian se-Jawa Timur pada November mendatang.

Penulis : AR

Editor : AR

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo
Wali Kota Aminuddin Paparkan Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berkelanjutan
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
FKUB Kota Probolinggo Dorong Pemuda Lintas Agama Jadi “Penjaga Kerukunan” di Ruang Digital
Kasus Wanita Ditemukan dalam Sumur, Polisi Gelar Rekonstruksi 40 Adegan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:19 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:12 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Selasa, 22 September 2026 - 12:57 WIB

Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB