SURABAYA, PilarNusantara.net — Bendahara Umum DPD Partai Rakyat Indonesia (PRI) Jawa Timur, Hj. Sri Setyo Pertiwi, S.I.Kom., S.I.P., menyampaikan ucapan selamat dan sukses mendalam atas terpilihnya KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2026–2031.
Terpilihnya pucuk pimpinan baru PBNU ini dinilai sebagai momentum strategis untuk semakin mengokohkan peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga benteng kebangsaan, memperkuat toleransi, serta mendampingi kemajuan sosial dan ekonomi rakyat, khususnya di Jawa Timur dan seluruh Indonesia.
”Atas nama pribadi dan keluarga besar DPD Partai Rakyat Indonesia Jawa Timur, saya mengucapkan selamat dan sukses atas amanah mulia yang diemban oleh KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031. Kami meyakini, di bawah kearifan, keteladanan, dan kepemimpinan beliau berdua, PBNU akan semakin solid, inklusif, serta senantiasa menjadi pelindung dan pengayom bagi seluruh elemen masyarakat,” ujar Hj. Sri Setyo Pertiwi.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara elemen ulama, tokoh kebangsaan, serta organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Kehadiran kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 dipandang membawa harapan baru dalam merawat nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang mengedepankan kesantunan, kedamaian, dan keadilan sosial.
KATA-KATA MOTIVASI & PESAN INSPIRATIF
Hj. Sri Setyo Pertiwi, S.I.Kom., S.I.P. (Bendahara Umum DPD PRI Jawa Timur)
- Hakekat Kepemimpinan: “Kepemimpinan sejati lahir dari keikhlasan untuk melayani, bukan keinginan untuk dikagumi. Ketika amanah dijalankan dengan kerendahan hati dan ketakwaan, setiap langkah akan menebarkan manfaat bagi jutaan umat.”
- Kekuatan Sinergi: “Kemajuan daerah dan bangsa tidak bisa diperjuangkan secara terpisah. Berjalan berdampingan bersama ulama dan rakyat adalah kunci utama menjaga kedamaian serta kesejahteraan Indonesia.”
- Pencecap Keberkahan: “Pengabdian untuk masyarakat adalah bentuk ibadah tanpa batas. Jangan pernah lelah menanam kebaikan, sebab benih keberanian dan kejujuran hari ini akan menjadi keteduhan bagi generasi mendatang.”
- Menjaga Integritas: “Keteguhan prinsip adalah kompas di tengah perubahan zaman. Tetaplah berdiri tegak membela kemanusiaan dan keadilan, karena kepercayaan rakyat adalah kehormatan tertinggi.”
Penulis : AR
Editor : AR









