SIDOARJO, PilarNusantara.net – Di tengah kondisi kesehatan yang sedang menurun, Ketua Umum Pertiwi Nusantara Bersatu, Hj. Sri Setyo Pertiwi, kembali menunjukkan dedikasinya terhadap kemanusiaan. Tanpa mengedepankan kondisi pribadinya, ia turun tangan langsung membantu seorang bocah korban ledakan petasan di Sidoarjo.
Kepedulian tersebut tertuju pada Zainur Rozikin (11), putra dari Ratna Sari, warga Desa Kedungboto RT 02 RW 01, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Zainur harus kehilangan tangan kirinya melalui tindakan amputasi akibat ledakan petasan yang merenggut masa kecilnya dalam sekejap.
Peristiwa tragis ini menjadi beban berat bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Di tengah kebingungan memikirkan biaya medis yang membengkak, kehadiran Hj. Sri Setyo Pertiwi membawa angin segar. Dengan penuh ketulusan, beliau berkomitmen menanggung seluruh biaya rumah sakit hingga Zainur pulih.
Aksi sosial ini bukanlah hal baru bagi perempuan yang akrab disapa Ning Tiwi tersebut. Selama ini, ia memang dikenal aktif mendampingi masyarakat kurang mampu, anak yatim, hingga korban musibah di berbagai wilayah.
Meski tubuhnya sedang memerlukan istirahat, Perempuan yang akrab disapa Ning Tiwi ini menegaskan bahwa penderitaan masyarakat adalah panggilan hati yang tidak bisa ia abaikan. Baginya, membantu sesama adalah bentuk syukur sekaligus kewajiban moral.
”Hati saya sangat terenyuh melihat kondisi Zainur. Anak sekecil itu harus kehilangan tangan akibat musibah. Saya ingin ia tetap memiliki semangat untuk merajut masa depan, karena itu saya akan mengawal pengobatannya sampai tuntas,” ungkap Sri Setyo Pertiwi dengan nada haru.
Komitmen bantuan tersebut disambut tangis haru oleh keluarga korban. Ratna Sari, ibu dari Zainur, mengaku tak menyangka ada sosok yang bersedia hadir di saat mereka merasa sendirian menghadapi cobaan berat ini.
”Saya benar-benar bersyukur. Di saat kami buntu mencari biaya, Ibu Tiwi datang tanpa pamrih. Semoga kebaikan beliau dibalas oleh Allah SWT dan beliau segera diberikan kesembuhan total,” ucap Ratna Sari penuh syukur.
Langkah nyata yang ditunjukkan Hj. Sri Setyo Pertiwi menjadi bukti bahwa batasan fisik maupun status sosial bukanlah penghalang untuk menebar kebermanfaatan. Bagi warga sekitar, ia bukan sekadar pimpinan organisasi, melainkan sosok pengayom yang selalu hadir membawa harapan di tengah kesulitan rakyat kecil.









