Pdt. Anton Wamang Menarik Pernyataan soal Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Putrinya Di Camp Wini Mp.69 Tembagapura

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pdt. Anton Wamang Menarik Pernyataan soal Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Putrinya Di Camp Wini Mp.69 Tembagapura

Pdt. Anton Wamang Menarik Pernyataan soal Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Putrinya Di Camp Wini Mp.69 Tembagapura

Timika, pilarnusantara.net – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhumah Nalince Wamang, korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Di tengah suasana penuh kesedihan tersebut, ayah kandung korban, Pdt. Anton Wamang, S.Th., M.A., menyampaikan klarifikasi sekaligus menarik pernyataannya terdahulu yang menyebut oknum TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinyapP. Klarifikasi itu disampaikan secara terbuka melalui rekaman video yang disebarnya ke awak media massa di Timika.

Pdt. Anton Wamang mengaku, pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya.

Ia menegaskan bahwa rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.

“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” ungkap Pdt. Anton Wamang dengan suara lirih, Sabtu, (16/5/2025).

Baca Juga :  Semangat Gotong Royong Menggema, Pengecoran Tiang Angkur Jembatan Gantung Garuda di Bolo Kian Dikebut

Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, Pdt. Anton Wamang menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.

“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya sekaligus berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Sehingga saya menarik kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.

Baca Juga :  Penuhi Rekomendasi KPK-LKPP, Pemkot Teken Kontrak Konsolidasi Pengadaan

Di akhir keterangannya, Pdt. Anton Wamang menegaskan bahwa keluarga tetap menginginkan keadilan bagi almarhumah Nalince Wamang. Ia berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa memandang siapa pun pihak yang terlibat.

“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” tutupnya.

Klarifikasi tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap tragedi kemanusiaan di Papua, keadilan dan kebenaran harus tetap dikedepankan di atas emosi maupun asumsi.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berkeadilan demi terwujudnya kedamaian di Tanah Papua.

(Sumber : Koops TNI Habema)

Autentikasi
Letkol M. Wirya Arthadiguna
Kapen Koops TNI Habema

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional
Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo
Wali Kota Aminuddin Paparkan Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berkelanjutan
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
FKUB Kota Probolinggo Dorong Pemuda Lintas Agama Jadi “Penjaga Kerukunan” di Ruang Digital
Kasus Wanita Ditemukan dalam Sumur, Polisi Gelar Rekonstruksi 40 Adegan
Mata Air Mati, BPBD Probolinggo Distribusikan 10 Ribu Liter Air ke Warga Tongas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:12 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Selasa, 22 September 2026 - 12:57 WIB

Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo

Sabtu, 19 September 2026 - 14:04 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Sabtu, 19 September 2026 - 13:59 WIB

FKUB Kota Probolinggo Dorong Pemuda Lintas Agama Jadi “Penjaga Kerukunan” di Ruang Digital

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB