AMI Desak Politisi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi Klarifikasi: Jangan Sudutkan Ulama dan Pesantren Madura Tanpa Data!

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AMI Desak Politisi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi Klarifikasi: Jangan Sudutkan Ulama dan Pesantren Madura Tanpa Data!

AMI Desak Politisi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi Klarifikasi: Jangan Sudutkan Ulama dan Pesantren Madura Tanpa Data!

SURABAYA, PilarNusantara.net – Ruang sidang Komisi III DPR RI yang biasanya menjadi arena debat regulasi, kini mendadak memicu konflik sosial yang memanas. Pernyataan kontroversial politisi Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto serta Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri pada Selasa (7/4/2026), memicu gelombang kemarahan besar dari tokoh muda masyarakat Madura.

​Dalam forum resmi tersebut, Aboe Bakar melontarkan pernyataan yang dinilai sangat tendensius. Ia menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum ulama dan pesantren di Madura dalam jaringan peredaran narkotika karena tergiur keuntungan materi atau “cuan”.

“Ulama dan pesantren-pesantren di Madura terlibat jaringan peredaran narkotika, karena ada cuan di situ,” ujar Aboe Bakar dalam forum tersebut.

 

​Tudingan generalis ini sontak memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, terutama Aliansi Madura Indonesia (AMI). Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H., menegaskan bahwa ucapan tersebut telah melampaui batas etika dan mencederai kehormatan lembaga pendidikan Islam di Pulau Garam.

Baca Juga :  Acha Christie Gracelia: dari Penyanyi, Pebisnis hingga Profesionalisme

​“Ini bukan sekadar menyinggung perasaan, tapi nama baik ulama dan pesantren di seluruh Pulau Madura sedang dicabik-cabik oleh pernyataan yang tidak berdasar,” tegas Baihaki dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).

Tuntut Data Konkret, Bukan Stigma

​Baihaki menekankan bahwa setiap pernyataan dalam forum resmi kenegaraan seharusnya berbasis data akurat dan disampaikan secara proporsional, bukan dalam bentuk generalisasi yang menciptakan stigma negatif. Ia menantang politisi tersebut untuk membuka data jika memang ada oknum yang terlibat.

​“Jika memang ada oknum, silakan diproses hukum secara spesifik dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tapi jangan menyamaratakan. Pernyataan tersebut sudah mengarah pada penghakiman massal tanpa dasar yang jelas,” lanjutnya.

Ancaman Langkah Hukum

​Lebih lanjut, AMI mendesak Aboe Bakar untuk segera memberikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik. Jika tidak ada itikad baik, AMI berkomitmen untuk menempuh jalur hukum.

Baca Juga :  Usung Semangat Demokrasi, PT Pertiwi Intermedia Lestari Resmi Luncurkan Media "Pilar Nusantara"

​“Dalam waktu dekat, kami akan menuntut bukti konkret. Jika beliau tidak bisa bertanggung jawab secara data, kami dari AMI akan melaporkan hal ini atas dugaan pencemaran nama baik,” kata Baihaki dengan nada tegas.

​Ia juga menginstruksikan seluruh elemen masyarakat Madura untuk bersiap melakukan pembelaan terhadap kehormatan kiai dan guru mereka. Bagi AMI, persoalan ini menyangkut harga diri kultural masyarakat Madura yang sangat menjunjung tinggi peran ulama.

​“Saya tegaskan, ini adalah panggilan menjaga kehormatan. Nama baik ulama dan pesantren di Madura bukan untuk dipermainkan demi narasi politik atau sekadar sensasi di ruang rapat,” pungkasnya.

​Hingga berita ini dirilis, pihak Aboe Bakar Al-Habsyi maupun DPP Partai PKS belum memberikan tanggapan resmi terkait gelombang protes tersebut. Ketegangan diprediksi akan terus meningkat mengingat isu ini bersinggungan langsung dengan sensitivitas agama dan tatanan sosial masyarakat Madura.

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8
Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan
Modus Krupuk Plompong Gagal, Rutan Kelas I Surabaya Gagalkan Penyelundupan 9 Pocket Sabu
Bendum DPD PRI Jatim Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:19 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 14:04 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Selasa, 15 September 2026 - 16:57 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB