Di Ujung Duka Seorang Anak, Hadir Tangan Kasih yang Menguatkan: Kisah Zainur dan Ketulusan Ning Tiwi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di Ujung Duka Seorang Anak, Hadir Tangan Kasih yang Menguatkan: Kisah Zainur dan Ketulusan Ning Tiwi

Di Ujung Duka Seorang Anak, Hadir Tangan Kasih yang Menguatkan: Kisah Zainur dan Ketulusan Ning Tiwi

 

SIDOARJO, PilarNusantara.net – Di tengah sunyinya sebuah rumah sederhana di Desa Kedungboto, tersimpan kisah pilu yang menggugah nurani. Zainur Roziqin, bocah berusia 11 tahun, harus menerima kenyataan yang begitu berat di usia belianya. Sebuah operasi amputasi telah merenggut salah satu tangannya, mengubah hari-harinya yang dulu penuh tawa menjadi perjuangan yang tak mudah dijalani.

Kini, aktivitas sederhana yang dulu terasa biasa, berubah menjadi tantangan besar. Untuk makan saja, Zainur tak lagi mampu melakukannya sendiri. Namun lebih dari sekadar kehilangan fisik, ada luka batin yang perlahan harus ia pulihkan, tentang menerima keadaan, tentang tetap kuat di tengah keterbatasan.

Di saat itulah, secercah harapan hadir. Sosok penuh empati, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi, atau yang dikenal luas sebagai Ning Tiwi, datang membawa lebih dari sekadar bantuan. Ia hadir dengan hati yang tulus, menyapa, merangkul, dan menguatkan.

Pada Senin sore, 6 April 2026, Ning Tiwi mengunjungi langsung kediaman Zainur. Tidak ada sekat, tidak ada jarak. Ia duduk bersama keluarga, mendengarkan dengan penuh perhatian, seolah merasakan sendiri beban yang tengah mereka pikul. Tangis haru pun pecah, menjadi bahasa yang tak perlu diterjemahkan, bahwa di tengah kesulitan, mereka tidak lagi sendiri.

Di Ujung Duka Seorang Anak, Hadir Tangan Kasih yang Menguatkan: Kisah Zainur dan Ketulusan Ning Tiwi

Namun kepedulian itu tidak berhenti di sana.

Keesokan harinya, Ning Tiwi kembali hadir, mendampingi Zainur menjalani kontrol kesehatan di Poli Eksekutif RSUD Notopuro Sidoarjo. Sejak langkah pertama memasuki rumah sakit hingga proses pemeriksaan selesai, ia tetap berada di sisi Zainur, memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik dan penuh perhatian. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua Sapu Jagad Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Edi Susanto, yang juga menunjukkan kepedulian nyata.

Baca Juga :  Persit KCK Cabang XIIKodim 1801/PD XVIII Kasuari Berikan Penyuluhan Gosok Gigi Dan Cuci Tangan Di SD Inpres 62 Asai

Di dalam ruang perawatan, tersaji pemandangan yang begitu menyentuh. Dengan penuh kelembutan, Ning Tiwi menyuapi Zainur yang belum mampu makan sendiri akibat kondisinya pasca operasi. Tindakan sederhana itu menjadi simbol cinta yang begitu dalam, bahwa kasih sayang sejati hadir tanpa pamrih, tanpa melihat siapa dan dari mana.

Yang lebih menggetarkan, semua itu dilakukan Ning Tiwi bukan dalam kondisi terbaiknya. Di tengah kondisi kesehatannya yang masih belum pulih sepenuhnya, ia tetap memaksakan diri untuk hadir, mendampingi, dan memastikan Zainur mendapatkan perhatian yang layak. Baginya, rasa sakit yang ia rasakan seolah tak berarti dibandingkan dengan penderitaan yang dialami Zainur.

Lebih dari itu, Ning Tiwi juga memastikan bahwa Zainur mendapatkan perawatan terbaik tanpa terbebani biaya. Dengan penuh keikhlasan, seluruh biaya kontrol dan pengobatan di RSUD Notopuro Sidoarjo ia tanggung sepenuhnya. Sebuah komitmen nyata yang tidak hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga memberikan ketenangan dan harapan baru.

Baca Juga :  Peringati HUT RI ke-81, Ketua Umum DPP Pertiwi Nusantara Bersatu Dorong Semangat Kebangsaan dan Kepedulian Sosial

Dalam keterangannya, Ning Tiwi menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan adalah panggilan hati sebagai sesama manusia.

“Anak ini butuh kita. Bukan hanya bantuan, tapi kehadiran, perhatian, dan kasih sayang. Selama saya masih diberi kemampuan, saya akan terus berbuat untuk sesama yang membutuhkan, apapun kondisi saya,” tuturnya dengan penuh haru.

Sementara itu, Edi Susanto menegaskan bahwa kepedulian sosial harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar tindakan sesaat.

“Kami ingin memastikan Zainur tidak merasa sendirian. Ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Apa yang dilakukan Ning Tiwi menjadi teladan bagi kita semua, bahwa kebaikan harus terus berjalan, dalam kondisi apapun,” ujarnya.

Kisah ini menjadi pengingat yang kuat bagi kita semua, bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada hati yang memilih untuk peduli, masih ada tangan yang terulur untuk menguatkan.

Zainur mungkin kehilangan satu bagian dari dirinya, tetapi ia tidak kehilangan segalanya. Ia masih memiliki harapan, masih memiliki masa depan, dan kini ia memiliki orang-orang yang berdiri di sampingnya.

Di tengah luka yang begitu dalam, kasih sayang hadir sebagai penawar. Dan dari sana, perlahan tapi pasti, harapan itu kembali tumbuh, menjadi cahaya yang menerangi langkah kecil seorang anak menuju masa depan yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional
Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP
Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo
Wali Kota Aminuddin Paparkan Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan Berkelanjutan
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
FKUB Kota Probolinggo Dorong Pemuda Lintas Agama Jadi “Penjaga Kerukunan” di Ruang Digital
Kasus Wanita Ditemukan dalam Sumur, Polisi Gelar Rekonstruksi 40 Adegan
Mata Air Mati, BPBD Probolinggo Distribusikan 10 Ribu Liter Air ke Warga Tongas
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:12 WIB

Penemuan Jenazah di Ladang Tebu Liprak Wetan, Polisi Lakukan Penanganan TKP

Selasa, 22 September 2026 - 12:57 WIB

Ribuan Scooterist Bergerak ke Bumi Rengganis, ASH 2026 Jadi Etalase Wisata Kabupaten Probolinggo

Sabtu, 19 September 2026 - 14:04 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Sabtu, 19 September 2026 - 13:59 WIB

FKUB Kota Probolinggo Dorong Pemuda Lintas Agama Jadi “Penjaga Kerukunan” di Ruang Digital

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB