KAI Kembangkan Jalur Kereta Trans Sumatera, Alan Juyadi Sarankan Pembuatan Peta Jalan yang Jelas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Kembangkan Jalur Kereta Trans Sumatera, Alan Juyadi Sarankan Pembuatan Peta Jalan yang Jelas

KAI Kembangkan Jalur Kereta Trans Sumatera, Alan Juyadi Sarankan Pembuatan Peta Jalan yang Jelas

JAKARTA, PilarNusantara.net – Politisi muda asal Bengkulu, Alan Juyadi, S.H., merespons rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan membangun konektivitas jalur kereta api dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Proyek strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan jaringan rel terintegrasi di Pulau Sumatra dengan perkiraan investasi mencapai USD 20-25 miliar atau sekitar Rp350 triliun.

​”Kita mendukung penuh visi Presiden untuk menghadirkan konektivitas rel yang terintegrasi dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Namun, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada panjang jalur yang dibangun. Yang lebih penting adalah memastikan jalur yang sudah ada berfungsi optimal, cepat, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ungkap Alan Juyadi kepada awak media, Kamis (11/6/2026).

​Menurut Alan, gagasan tersebut merupakan visi besar yang patut diapresiasi karena berpotensi memperkuat konektivitas antarwilayah, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatra.

​”Visi besar harus disambut dengan langkah yang realistis. Kita ingin rel lintas Sumatra menjadi simbol kemajuan transportasi nasional,” katanya.

​Namun, Alan menegaskan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan riil masyarakat serta dunia usaha. Pemerintah dan KAI diingatkan untuk tidak mengabaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi transportasi darat di Sumatra saat ini.

Baca Juga :  Ning Tiwi: Perkuat Eksistensi, IKPPI Hadirkan Ekosistem 4 Pilar Guna Akselerasi Kemandirian dan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

​Alan menyoroti bahwa hingga kini sejumlah layanan kereta api di Sumatra masih menghadapi tantangan efisiensi dan kecepatan perjalanan. Bahkan pada beberapa lintas, termasuk koridor Lampung–Palembang, pemanfaatannya dinilai belum optimal dan masih membutuhkan peningkatan kapasitas maupun kualitas layanan.

​”Jangan sampai kita berbicara membangun ribuan kilometer rel baru, sementara pada beberapa jalur eksisting kereta masih bergerak relatif lambat dan utilisasinya belum maksimal. Koridor Lampung–Palembang atau Palembang–Lubuklinggau, misalnya, masih membutuhkan penguatan agar benar-benar menjadi tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi barang,” tegasnya.

​Selain itu, Alan juga mengingatkan bahwa jaringan perkeretaapian Sumatra selama ini masih didominasi oleh angkutan barang, khususnya komoditas tambang dan logistik tertentu. Oleh karena itu, perencanaan rel lintas Sumatra harus mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan angkutan barang dan pelayanan penumpang.

​Lebih lanjut, Alan menilai pembangunan jaringan rel lintas Sumatra harus disinergikan dengan infrastruktur lainnya agar terjadi pemerataan akses ke seluruh provinsi di Sumatra. Ia juga mengkritisi posisi geografis daerahnya yang kerap luput dari prioritas utama.

Baca Juga :  Tutup Seleksi Capaska 2026, Wawali Ina: Disiplin sebagai Investasi Masa Depan

​”Jangan sampai memunculkan pertanyaan marginal daerah, seperti Provinsi Bengkulu, kenapa tidak masuk akses prioritas jalur utama Rel Trans Sumatera?” tukasnya.

​Berdasarkan data rencana, jalur Lubuklinggau–Bengkulu membentang sepanjang 90 km. Jarak yang relatif pendek ini dinilai mirip dengan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatra yang hingga kini juga belum sepenuhnya optimal dari sisi konektivitas dan utilisasi. Hal tersebut, menurut Alan, harus menjadi pelajaran penting agar pembangunan rel dilakukan dengan kajian yang matang.

​Alan mendorong KAI bersama pemerintah untuk segera menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas. Langkah ini harus dimulai dari optimalisasi jalur eksisting, peningkatan kecepatan perjalanan, pembangunan jalur penghubung yang paling mendesak secara ekonomi, hingga pengembangan konektivitas penuh Banda Aceh–Bandar Lampung secara bertahap.

​Untuk diketahui, proyek pembangunan Kereta Api Trans Sumatera ini telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek megaproyek ini direncanakan akan menghubungkan ujung ke ujung Pulau Sumatra guna mendongkrak roda ekonomi regional.

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8
Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan
Modus Krupuk Plompong Gagal, Rutan Kelas I Surabaya Gagalkan Penyelundupan 9 Pocket Sabu
Bendum DPD PRI Jatim Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:19 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 14:04 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Selasa, 15 September 2026 - 16:57 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB