PROBOLINGGO, PilarNusatara.net – Insiden kebakaran menimpa sebuah kapal motor (KM) Gracias saat sedang bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo, pada Senin (20/4/2026) sore. Api diduga muncul saat kapal tengah menjalani proses perbaikan di area perairan pelabuhan tersebut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, mengonfirmasi bahwa laporan masuk melalui call center 112 sekitar pukul 15.10 WIB. Merespons laporan darurat tersebut, tim pemadam kebakaran segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
“Petugas yang sebenarnya sudah selesai jadwal piket langsung menunda kepulangan mereka dan segera bergerak ke lokasi begitu menerima informasi kebakaran di PPP Mayangan,” ujar Tri Setyo.
Kronologi dan Upaya Pemadaman
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Saat petugas tiba, aksi heroik ditunjukkan oleh para nelayan setempat yang telah lebih dulu bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya, mulai dari piring hingga pompa diesel.
Berkat sinergi antara warga dan petugas, kobaran api berhasil dilokalisasi dengan cepat sehingga tidak merembet ke seluruh badan kapal.
“Upaya pemadaman berlangsung cukup cepat dan lancar. Api tidak sampai melahap seluruh bagian kapal, kerusakan diperkirakan mencapai 30 persen pada bagian buritan,” jelas Tri.
Pendinginan dan Dugaan Penyebab
Hingga pukul 15.47 WIB, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling) guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Terkait penyebab pasti insiden ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa api dipicu oleh aktivitas teknis saat perbaikan kapal.
“Dugaan awal, percikan api dari aktivitas perbaikan menyambar persediaan bahan bakar minyak (BBM) yang ada di atas kapal sehingga memicu kobaran api,” tambahnya.
Antisipasi Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan. Pihak Damkar juga telah menyiagakan unit ambulans di lokasi sebagai langkah antisipasi, meski sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
“Kami berharap tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Petugas masih fokus memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif di area pelabuhan,” pungkas Tri Setyo Anggodo.









