Ketua Umum DePA-RI: Ibadah Haji Bukan Konser Musik, Jangan Ada ‘War Tiket’!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DePA-RI: Ibadah Haji Bukan Konser Musik, Jangan Ada 'War Tiket'!

Ketua Umum DePA-RI: Ibadah Haji Bukan Konser Musik, Jangan Ada 'War Tiket'!

JAKARTA, PilarNusantara.net – Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), Luthfi Yazid, melayangkan kritik tajam terhadap gagasan “War Tiket Haji” yang dilontarkan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim. Luthfi mendesak agar pemerintah tidak ceroboh dalam melempar wacana publik tanpa pertimbangan matang yang berisiko mencederai rasa keadilan masyarakat.

​Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi Yazid di sela-sela acara Pelantikan dan Penyumpahan Advokat Baru DePA-RI di Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (15/04/2026).

​Gagasan “War Tiket Haji” merupakan skema perebutan kuota di luar antrean reguler dengan sistem “siapa cepat, dia dapat” (first come, first served). Luthfi menilai ide ini berbahaya karena dua alasan fundamental:

1. Rekam Jejak Pengelolaan Haji yang Belum Optimal

Luthfi menyoroti sejarah panjang karut-marut pengelolaan haji dan umrah di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kementerian terkait kerap terjerat persoalan hukum, mulai dari kasus korupsi yang menyeret beberapa mantan Menteri Agama hingga kegagalan negara dalam melindungi jamaah pada kasus biro travel nakal.

Baca Juga :  Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan

​”Kasus First Travel yang menelan 63.000 korban hingga Abu Tours adalah bukti nyata pengabaian hak konstitusional warga negara. Hingga saat ini, mulai dari era Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hingga Menteri Haji saat ini, belum ada solusi konkret bagi para korban. Aset yang seharusnya milik jamaah justru disita negara, dan pemerintah diam seribu bahasa,” tegas Luthfi.

2. Diskriminasi Berbasis Finansial dan Koneksi

Kedua, Luthfi menilai sistem “War Tiket” akan memicu kompetisi yang tidak sehat. Skema ini dianggap hanya menguntungkan mereka yang memiliki kekuatan finansial besar dan jaringan koneksi luas, serupa dengan fenomena perebutan tiket konser komersial.

​”Ibadah haji bukan konser musik. Jika sistem ini diterapkan, maka yang menang adalah yang punya duit dan punya koneksi. Ini sangat mencederai jamaah reguler yang sudah antre belasan hingga puluhan tahun,” tambahnya.

Baca Juga :  Brilliyans Batik Siap Menggebrak Jakarta, Pangdiv 2 Kostrad Tinjau Langsung Persiapan UMKM Malang Jelang Persit Bisa Vol II 2026

Fokus pada Pembenahan Regulasi

​Sebagai pengacara yang juga mendampingi ribuan korban First Travel, Luthfi Yazid menghimbau pemerintah untuk berhenti melahirkan inovasi yang spekulatif. Sebaliknya, pemerintah diminta fokus membenahi aspek regulasi, kualitas SDM, kelembagaan, serta perlindungan kesehatan dan keamanan jamaah dari keberangkatan hingga kepulangan.

Pesan untuk Advokat Baru

​Selain menyoroti isu nasional, dalam prosesi penyumpahan tersebut, Luthfi Yazid juga membekali para Advokat baru DePA-RI agar senantiasa menjaga integritas dan amanah sebagai penegak hukum.

​Ia menekankan lima pilar utama yang harus dimiliki advokat modern:

  • Penguasaan dasar hukum yang kuat.
  • Kemahiran praktik di lapangan.
  • Peningkatan kompetensi berkelanjutan.
  • Perluasan jaringan (networking).
  • Ketangguhan mental dalam menghadapi dinamika hukum.

​”Advokat adalah profesi terhormat (officium nobile). Integritas adalah harga mati dalam mengemban tugas membela keadilan,” pungkasnya.

​Sumber: Megy Aidillova, ST.

Sekretariat Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI)

Follow WhatsApp Channel www.pilarnusantara.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional
Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan
IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional
Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8
Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Tiga Kapal Polisi Diberangkatkan
Modus Krupuk Plompong Gagal, Rutan Kelas I Surabaya Gagalkan Penyelundupan 9 Pocket Sabu
Bendum DPD PRI Jatim Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Periode 2026–2031
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:37 WIB

​Edukasi Sejarah Lewat Olahraga, Soekarno Run BWX 2026 Bakal Naik Kelas Jadi Event Internasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:25 WIB

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:19 WIB

IAWP Diikuti 43 Negara, Kapolri Dorong Polwan RI Makin Kompetitif di Tingkat Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 14:04 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Selasa, 15 September 2026 - 16:57 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gerak Cepat, Dirikan Posko Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Internasional

Indonesia Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Sebuah Kehormatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:25 WIB