PILARNUSANTARA.NET, SIDOARJO – Semangat persatuan yang pernah dikobarkan para pemuda bangsa satu abad silam kembali bergema kuat dari bumi Jawa Timur. Menyambut peringatan 100 Tahun Kongres Pemuda Nasional sekaligus Hari Lahir Pancasila, sejumlah putra-putri terbaik Jawa Timur resmi diberangkatkan untuk ambil bagian dalam perhelatan akbar Gema Pemuda 2026 yang akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta.
Momen penuh kebanggaan ini ditandai dengan seremoni pemberangkatan secara simbolis oleh Ketua DPD IKPPI Jawa Timur, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi, di kediamannya yang berlokasi di Perum Puri Surya Jaya, Sidoarjo. Para talenta muda yang diberangkatkan merupakan artis binaan Insan Dangdut Jawa Timur (IDJ) yang siap membawa nama harum provinsi di panggung nasional.
Para duta seni tersebut adalah Alyn Andrean Mahil, Dita Nadhifah, dan Fatimatuz Zahra. Dalam perjalanan seni dan pengabdian budaya ini, mereka turut didampingi oleh Sang Jagad Music di bawah kepemimpinan Chandra Likayana, S.Pd., yang selama ini konsisten menjadi wadah kreativitas generasi muda di bidang musik.

Seni Sebagai Bahasa Pemersatu Bangsa
Kolaborasi strategis antara IKPPI Jawa Timur dan IDJ ini bukan sekadar menyajikan hiburan di atas panggung. Lebih dari itu, aksi nyata ini menjadi bukti konkret bahwa seni dan budaya mampu menjadi bahasa pemersatu yang kuat, menyatukan berbagai perbedaan dalam harmoni kebersamaan.
Dalam sambutannya, Hj. Raden Ayu Sri Setyo Pertiwi menegaskan bahwa generasi muda hari ini memegang tanggung jawab besar dalam menjaga dan merawat warisan perjuangan para pendahulu bangsa.
”Seratus tahun lalu para pemuda Indonesia menyatukan tekad demi masa depan bangsa. Hari ini, semangat itu harus terus hidup. Melalui seni, musik, dan budaya, generasi muda dapat menyampaikan pesan persatuan, cinta tanah air, serta nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas. Saya sangat bangga kepada anak-anak muda Jawa Timur yang membawa misi mulia ini ke panggung nasional,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ning Pertiwi tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa keberangkatan para artis muda ini bukan sekadar perjalanan fisik menuju Jakarta, melainkan representasi dari harapan, mimpi, dan kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Mereka hadir di ibu kota sebagai duta budaya yang mengemban misi perdamaian dan nasionalisme.
Komitmen Mencetak Generasi Berkarakter
Pada kesempatan yang sama, Ketua Insan Dangdut Jawa Timur, Ayunda Goba Maksum, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas ruang dan kesempatan sejarah yang diberikan kepada para artis binaannya.
”Kami percaya bahwa seni memiliki kekuatan magis untuk menyentuh hati manusia. Ketika musik dimainkan dan lagu-lagu kebangsaan berkumandang, di situlah rasa cinta kepada Indonesia tumbuh dan menguat. Kami berharap kehadiran artis-artis muda Jawa Timur ini dapat memberikan warna baru, inspirasi, serta energi positif bagi seluruh peserta Gema Pemuda 2026,” ujar Ayunda.
Ayunda juga menegaskan komitmen IDJ untuk terus konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dan berbakat di bidang seni suara, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh, kepedulian sosial, dan rasa cinta yang mendalam terhadap NKRI.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran teknologi digital, kehadiran para seniman muda yang tetap bangga mengusung budaya bangsa memberikan secercah harapan baru. Mereka menjadi bukti hidup bahwa generasi Z mampu menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman tanpa harus kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur bangsanya.
Perhelatan Gema Pemuda 2026 di Jakarta ini pada akhirnya menjadi pemantik bersama: bahwa semangat Kongres Pemuda dan Pancasila tidak boleh mandek sebagai catatan sejarah, melainkan harus terus dihidupkan lewat karya kreatif dan dedikasi nyata. Dari Jawa Timur, langkah kaki para seniman muda ini siap menggetarkan panggung ibu kota demi Indonesia yang satu.









